Cerpen Cinta Sejati Romantis Terbaru 2016

Advertisement
Advertisement
Cerpen Cinta Sejati Romantis Segitiga sedih banget seperti bertepuk sebelah tangan pertama dalam hati terlarangyang sangat mengharukan ketika membacanya dengan seksama yang dapat meneteskan air mata tanda kesedihan. namun itu semua hanya cerita saja yang dapat di ambil hikmahnya dari segi apapun.

Cerpen merupakan sebuah istilah cerita yang di rangkum sehingga menghasilkan cerita yang jelas dan padat baik cerita cinta,sahabat,kehidupan dan lain sebagainya agar bisa di nikmati oleh para pembaca yang sangat mencinta sebuah cerpen..

Untuk itu mari kita simak cerpen di bawah ini sampai selesai niscaya anda akan menemukan sebuah kejadian yang dapat di ambildi jadikan sebuah pembelajaran dalam hidup :

cerpen
Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku serta tersenyum menatapku. saya betul-betul tidak berdaya lihat tatapan itu, tatapan yang demikian hangat, penuh ingin serta senantiasa membuatku dapat memaafkannya. saya sadar, saya amat mencintainya, saya tidak mau kehilangan dia., walau dia kerap menyakiti hatiku serta membuatku menangis. bukan sekedar itu, akupun kehilangan sahabatku, saya tidak hiraukan dengan pengucapan orang lain perihal saya. saya dapat terus memaafkan elga, walau dia kerap menghianati cintaku.

“aku tidak tau mesti katakan apa lagi, bikin kesekian kalinya kamu selingkuh ! kamu telah ngancurin keyakinan saya !”

saya tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh demikian deras menghujani wajahku. saya tidak berdaya, demikian lemas serta dia memelukku jamant.

“maafin saya nilam, maafin saya ! saya janji tidak dapat nyakitin anda lagi. saya janji nilam. saya sayang anda ! please, kamu janganlah nangis lagi !”

saya tidak dapat berkata apa-apa lagi tak hanya memaafkannya, saya tidak mau kehilangan elga, saya amat mencintainya.

malam ini elga menjemputku, kami dapat kencan serta makan malam. saya sengaja kenakan gaun biru pemberian elga serta berdandan secantik barangkali. kutemui elga di area tamu, dia tersenyum, memandangiku dari atas sampai bawah.

“nilam, kamu cantik banget malam ini. ”

“makasih. kita lantas dinner kan ?”

“ya pasti, namun nilam, malam ini saya tidak bawa mobil serta mobil anda tetap di bengkel, kamu tidak keberatan kita naik taksi ?”

“engga ko, ya telah kita panggil taksi saja, ayo. ”

dengan penuh motivasi saya menggandeng lengan elga. ini betul-betul menyenangkan, disepanjang perjalanan elga menggenggam jamant tanganku, saya bertumpu dibahu elga nikmati perjalanan kami serta melupakan seluruh kekeliruan yang sudah elga perbuat padaku.

kami berhenti disebuah tenda tepi'>di tepi jalur. saya sedikit sangsi, apa elga betul-betul mengajakku makan di tempat layaknya ini. saya tahu benar karakter elga, dia mustahil akan makan di warung kecil tepi'>di tepi jalur.

“kenapa el ? mienya tidak enak ?”

“enggak ko, mienya enak, hanya panas saja. kamu tidak apa-apa kan makan di tempat kaya gini nilam ?”

“enggak. saya kerap ko makan di tempat kaya gini. mie ayamnya enak loch. kamu kunyah pelan-pelan serta nikmati terasa dalam-dalam. ”

saya meyakini, elga tidak dulu makan di tempat kaya gini. namun kelihatannya elga mulai nikmati makanannya, dia bercerita panjang lebar perihal teman-temannya, keluarganya serta banyak perihal.
dua th. berbarengan elga bukan hanya waktu yang singkat, serta tidak gampang untuk menjaga hubungan kami sepanjang ini. elga kerap menghianati saya, bukan hanya satu atau 2 x elga berselingkuh, namun dia terus kembali padaku. serta saya senantiasa memaafkannya, itu yang membuatku kehilangan sahabat-sahabatku. mereka benar, saya wanita bodoh yang akan dipermainkan oleh elga. walau saat ini mereka menjauhiku, saya terus berasumsi mereka sahabatku.

selesai makan elga terlihat kebingungan, dia mencari-cari suatu hal dari saku celananya.

“apa dompetku ketinggalan di taksi ?”

“yakin di saku tidak ada ?”

“gak ada. bagaimana dong ?”

“ya telah, pakai duit saya saja. tiap-tiap jalur senantiasa anda yang traktir saya, saat ini giliran saya yang traktir kamu. ok !”

“ok. terima kasih ya sayang, maafin saya. ”

waktu di universitas, saya bersua dengan alin serta flora. saya amat merindukan ke-2 sahabatku itu, nyaris empat bln. kami tidak berbarengan, sampai sekarang ini mereka terus sahabat terbaikku. waktu berpapasan, alin menarik tanganku.

“nilam, kamu sakit ? ko pucet sich ?”

alin bicara padaku, ini layaknya mimpi, alin tetap hiraukan padaku.

“engga, hanya lelah saja ko lin. kalian apa kabar ?”

“jelas lelah lah, punya pacar diselingkuhin terus ! lagian akan saja sich dimainin sama cowok playboy kaya elga ! jangan-jangan elga tidak sayang sama kamu ? ups, keceplosan. ”

“stop flo ! kasian nilam ! kamu mengapa sich flo ulas itu mulu ? nilam kan tidak salah. ”
“udah dech alin, kamu diem saja ! harusnya kamu ngaca nilam ! mengapa kamu diselingkuhin terus !”

flora bener, jangan-jangan elga tidak sayang sama saya, elga tidak cinta sama saya, itu yang bikin elga senantiasa menghianati saya. sepanjang ini saya tidak dulu berfikir ke arah sana, barangkali dikarenakan saya terlampau menyukai elga serta takut kehilangan elga. semalaman saya memikirkan perihal itu, saya sangsi pada perasaan elga padaku. bila benar elga tidak mencintaiku, saya betul-betul tidak dapat memaafkannya lagi.

walau tak ada jadwal kuliah, saya terus pergi ke universitas untuk kerjakan tugas grup. sesudah larut malam serta universitas telah nyaris sepi saya lalu pulang. waktu hingga ke area parkir, saya lihat elga berbarengan seorang wanita. saya tidak dapat lihat wajah wanita itu dikarenakan dia membelakangiku. barangkali elga menghianatiku lagi. saat ini saya tidak dapat memaafkannya. mereka masuk ke didalam mobil, saya dapat lihat wanitaitu, amat jelas, dia sahabatku, flora….

sungguh, saya betul-betul tidak dapat memaafkan elga. dapat ku yakinkan, apa elga dapat jujur padaku atau dia dapat membohongiku, ku ambillah ponselku serta menghubungi elga.

“hallo, kamu dapat jemput saya saat ini el ?”

“maaf nilam, saya tidak dapat jika saat ini. saya lagi nganter kakak, kamu tidak bawa mobil ya ?”

“emang kakak kamu akan kemana el ?”

“mau ke…, itu akan belanja. saat ini kamu di mana ?”

“el ! sejak kapan kamu akan nganter kakak kamu belanja ? sejak flora lantas kakak kamu ? hah ? ! !”

“nilam, kamu ngomong apa sayang ? kamu katakan sekarang lagi di mana ?”

“aku simak sendiri kamu pergi sama flora el ! kamu tidak usah bohongin saya ! saat ini saya tidak dapat maafin kamu el ! mengapa anda mesti selingkuh sama flora el ? saya benci kamu ! mulai saat ini saya tidak akan lihat kamu lagi ! kita putus el !”

“nilam, ini gak……. ”

kubuang ponselku, kulaju mobilku dengan kecepatan paling tinggi, air mataku terus berjatuhan, hatiku amat sakit, saya mesti terima kenyataan bahwa elga tidak mencintaiku, dia berselingkuh dengan sahabatku.

sekian hari sesudah perihal itu saya tidak masuk kuliah, saya cuma dapat mengurung diri di kamar serta menangis. mujur ibu serta bapak tahu perasaanku, mereka berikan motivasi padaku serta beri dukungan saya untuk melupakan elga, walau saya tau itu tidak gampang. tiap-tiap hari elga datang ke rumah serta menghendaki maaf, apalagi elga pernah semalaman ada di depan gerbang rumahku, namun saya tidak menemuinya. saya berjanji tak lagi memafkan elga, serta janjiku takan kuingkari, tidak layaknya janji-janji elga yang tak lagi menghianatiku yang senantiasa dia ingkari.

hari ini kuputuskan untuk pergi kuliah, saya mengharapkan tidak bersua dengan elga. namun seusai kuliah, tiba-tiba elga ada di hadapanku.

“maafin saya nilam ! saya sama flora tidak ada hubungan apa-apa. saya hanya nanyain perihal anda ke dia nilam !

“kita telah putus el ! janganlah ganggu saya lagi ! saat ini anda bebas ! anda akan punya pacar tujuh juga bukan hanya urusan saya !”

“tapi nilam….. ”

saya lari meninggalkan elga, walau saya amat mencintainya, saya mesti dapat melupakannya. elga terus mengejarku serta mengucapkan kata maaf. namun saya tidak hiraukan dia, saya makin cepat lari serta menyebrangi jalur raya. saat hingga di seberang jalur, terdengar nada tabrakan, dan…………

“elgaaaa….. ”

elga tertabrak mobil waktu mengejarku, dia terpental amat jauh. mawar merah yang ia bawa berserakan bercampur dengan merahnya darah yang keluar dari kepala elga.

“elga, maafin saya !”

“nilam. ma-af ma-af a-ku jan-ji jan-ji gak sa-ki-tin ka-mu la-gi a-ku cin-ta ka-mu a-ku ma-u ni-kah sa-ma kam……”

“elgaaaaaa……”

elga meninggal waktu itu juga, ini seluruh salahku, bila saya akan memaafkan elga seluruh ini takan berlangsung. saat ini saya mesti terima kenyataan ini, kenyataan yang amat pahit yang tidak saya kehendaki, yang mustahil dapat saya lupakan. elga menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku, disaat paling akhir dia berjanji takan menyakitiku lagi, disaat dia menyebutkan mencintaiku serta pingin menikah denganku. dia menyebutkan seluruhnya disaat meregang nyawa saat menahan sakit dari benturan keras, saat darahnya mengalir demikian deras membasahi aspal jalanan.
terasa pingin sekali menemani elga di dalam tanah sana, menemaninya didalam kegelapan, kesunyian, kedinginan, saya tidak dapat berhenti menangis, menyesali perbuatanku, saya tidak dapat memaafkan diriku sendiri.

1 minggu sesudah elga meninggal, saya tetap menangis, memikirkan seluruh kenangan indah berbarengan elga yang tak lagi dulu terulang lagi. senyuman elga, tatapan elga, takan dulu dapat kulupakan.

“nilam sayang, ini ada titipan dari ibunya elga. kamu janganlah melamun terus dong ! kamu mesti bangkit ! agar elga tenang di alam sana. ibu meyakini anda dapat !”

“ini salah saya bu. saya perlu waktu. ”

kubuka bingkisan dari ibu elga, didalamnya ada kotak kecil berwarna merah, mawar merah yang sudah layu serta amplop berwarna merah. di dalam kotak merah itu ada sepasang cincin. saya lalu menangis kembali serta membuka amplop itu.

dear nilam,
nilam sayang, maafin saya, saya janji tidak dapat nyakitin kamu, saya amat menyukai kamu, seluruh yang telah saya lakukan itu bikin ngeyakinin jika hanya kamu yang terbaik untuk aku, hanya kamu yang saya cinta.
saya ingin, kamu akan nemenin saya hingga saya menutup mata, hingga saya menghembuskan nafas terakhirku. serta cincin ini dapat jadi cincin pernikahan kita.
saya amat mencintaimu, saya tidak mau berpisah denganmu nilam.
love you
elga


air mataku mengalir makin deras dari tiap-tiap sudutnya, kupakai cincin pemberian elga, saya lari hampiri ibu serta memeluknya.

“bu, saya telah nikah sama elga !”

“nilam, mengapa sayang ?”

“ini !” kutunjukan cincin pemberian elga dijari manisku.

“nilam, kamu perlu waktu nak. kamu mesti kuat !”

“sekarang saya akan cerai sama elga bu !” kulepas cincin pemberian elga serta memberikannya pada ibu.

“aku titip cincin pernikahanku dengan elga bu ! ibu mesti menjaganya dengan baik !”
ibu memeluku jamant serta kami menangis berbarengan. 

Demikian yang bisa saya sampaikan tentang Cerpen Cinta semoga bisa membantu anda semuanya terimakasih
Advertisement